Skripsi yang Teduh



Edisi menulis tentang skripsi.

Hal yang sering dibahas di snapgram, status BBM, twitter bahkan facebook. Karena rata-rata teman saya ada di semester akhir dan sedang menghadapi momok yang dinamakan skripsi.

Jika harus kilas balik walaupun skripsi saya sekarang belum final rasa-rasanya juga perlu bagaimana mengucap syukur walaupun pada luang kecil yang tanpa itu kita tidak bisa sampai pada tahap ini.

Bersyukur diawali dengan mendapatkan dosen pembimbing yang seimbang. Dimudahkan dengan diberikannya waktu luang untuk pergi mencari tanda tangan. Diberikan banyak sekali kesehatan dikala banyak orang sakit karena kecapekan atau mungkin karena musim yang sering berubah. Dimudahkan mendapatkan tanda tangan orang-orang tersayang dalam skripsi ini. Masih bisa tidur nyenyak. Masih bisa makan enak. 

Saya bukan tipe-tipe orang yang suka bergumul dengan buku, apalagi buku-buku yang ada di perpustakaan kampus, jadi ketika mendapatkan mood untuk pergi ke kampus langsung pakai sistem kebut. Pergi ke perpustakaan bukan sesuatu yang wajib untuk saya pribadi, bisa dihitung berapa kali saya pergi ke tumpukan banyak buku tapi bukan berarti saya tidak mengerjakan.

Lalu dari mana saya mengerjakan skripsi? Banyak jalan menuju roma.

Terkadang juga suka heran dengan orang-orang yang selalu menganggap judulnya paling bagus, jenis penelitiannya paling susah dan output nya jauh lebih bermanfaat. Heran, kenapa harus seperti itu padahal semuanya saling berkaitan dan berkesinambungan. Jadi sebenarnya tidak ada penelitian yang outputnya tidak berguna apalagi gampang.

Yang saya lihat dari beberapa teman yang memang mengambil judul yang  bisa dibilang biasa saja seperti judul yang saya ambil punya goal tersendiri yang mungkin beda dengan orang lain. Macam-macam, ada yang ingin cepat selesai, ada yang sambil kerja, ada yang bisanya memang yang itu. Sebenarnya yang harus kita lihat bukan seberapa bagus judul itu tapi seberapa maksimal dia mengerjakan.

Dewasa dalam mengerjakan skripsi. Sebelum memulai tulisan yang berjudul skripsi ini, jujur saya seperti dihantui doktrin yang berkembang sejak dulu. Mulai dari banyaknya jerawat yang tumbuh, tidur malam-malam, dan yang paling parah adalah sakit karena kelupaan makan. Hal ini tidak terjadi sama saya, kalaupun ada jerawat ya emang itu bawaan muka yang super berminyak buka karena berfikir bagaimana skripsi ini berjalan. Tapi lagi-lagi bukan berarti saya tidak mengerjakan. 

Dewasa dalam mengerjakan skripsi. Mengolah untuk tidak mengeluh sana-sini dan mengerjakan dengan teduh itu lebih dewasa. Terlepas dari bagiaman sebenarnya pengorbananmu untuk skripsi ini, seberapa susahnya ngejar tanda tangan dosen. Ini proses dan ini bukan akhir. 

Dewasa dalam mengerjakan skripsi. Kita butuh kedewasaan melihat orang disekitar kita. Tidak bisa kita menyamakan diri kita dengan orang lain yang terlihat lebih santai, terlihat lebih ‘gupuh’ atau bahkan tidak peduli sama sekali. Karena belum tentu mereka-mereka ini tidak mengerjakan.

Judul Skripsi. Sebenarnya ini juga bukan tolak ukur pemikiran cemerlang seseorang. Jika pemikiran cemerlang seseorang hanya dilihat dari judul skripsi itu terlalu murah harganya. Bagaimana jika kita melihat lebih jauh? Mengenai kedewasaan orang dalam menghadapi skripsi. Lebih teduh, tidak gaduh dan mencoba memahami bahwasanya goal setiap orang itu berbeda. Karena diam bukan berarti tidak mengerjakan. 

Dewasa dalam mengerjakan skripsi. Sangat jauh jika kita hanya melihat judul akan berguna untuk masa depan kita nanti walaupun anak kita nantinya kan bertanya judul skripsi Ibu dulu apa. Inspirasi untuk judul skripsi bisa kita dapatkan dari mana saja, lebih dari jutaan judul hebat diluar sana yang tidak difilter dengan password jika kita mencari di google, tapi inspirasi mengendalikan diri untuk tidak mengeluh hnaya kita dapatkan dari diri kita sendiri perlu password dan tidak bisa dicari di google. 

Mari sama-sama mencoba meng-google diri kita sendiri bagaimana seharusnya skripsi yang teduh itu.

Komentar

  1. Apa sih kak rahasianya biar slow banget dan gk setres?

    BalasHapus
  2. bersyukur masih bisa mengerjakan skripsi dan tidak berakhir di waktu-waktu lalu.

    BalasHapus
  3. Yutaaaaa the best deh tulisannya :*

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer