Hal tersusah, Basa-basi!
Terinspirasi setelah baca suatu buku jadi pengen nanya, are you the person you want yourself to be?
Orang dengan pertanyaan abstraknya tapi ku suka 🙈
beberapa bulan lalu nggak. I was REALLY upset to be myself. bukan kesel sama hidup, tapi beberapa bulan lalu aku kayak dihadapin sama masalah bertubi-tubi yang bikin aku questioning "Bener nggak sih aku harusnya kayak gini?", "aku salah nggak sih?", "aku ada salah ngomong nggak sama orang?" dan merasa nggak diterima di society, merasa jadi musuh semua orang. "Kok semua yang aku lakuin dan sikap aku di mata orang salah terus ya? I cannot change it. This is just who I am.". Rasa rasanya aku sangat kesal dengan diri aku yang nggak bisa basa-basi, yang nggak bisa nyembunyiin ketidaksukaan terhadap seseorang, yang nggak bisa showing affection ke orang lain, yang nggak tau caranya supaya appear friendly dan approachable, yang akhirnya membuat aku dapetin image cold b*tch. dan aku kesel dengan diri sendiri yang brutally honest, yang sulit bgt untuk menemukan kalimat manis kalau mau berpendapat. keseel bgt kenapa nggak bisa sound like a nice person, aku-kamuan sama temen cewe, basa-basi asking how's life ke temen dengan senyum yang harus menghiasi muka gw supaya gw bisa menyembunyikan bitch-resting-face. intinya aku kesel banget, kenapa aku nggak bisa beradaptasi dan play along well dengan society. berbulan-bulan aku capek, selalu ngeluh, dan nyoba untuk berubah. berubah jadi sweet person.
sekarang aku udah kayk nyerah. bodo amat orang mau nganggep nggak asik, nggak baik, nggak enak diajak temen. Aku udah terlalu banyak ngeluarin energi dan pikiran hanya supaya I can mold my edges so that I can fit to the circle. it's too much, coy. too much effort yang harus diberi just because aku nggak mau dicap dengan label nggak enak.
sekarang aku nggak mau ngasih effort nggak jelas, effort yang nggak berarti. kalo lagi di suatu lingkaran, unless aku interested ke orangnya, aku males initiate conversation. awkward awkward deh. just like how it should be.
sedih sih, kok orang terlalu liat dipermukaan aja. nggak ngeliat ke hati, tapi ngeliat apa yg ada di luar. kadang aku suka merasa sia-sia berbuat baik ke orang-orang ini, karena toh mereka lebih seneng kalo aku berbuat "baik yang basa-basi", bukan baik yang beneran baik.
Dan sampe sekarang kadang perasaan yg kayak begini msh jadi hantu gt, kadang suka nyalahin mereka-mereka yang harus gt kayaknya jd mirip aku. Kalo kamu nggak setuju sama sesuatu km kudu show up. Buat belajar basa basi yg asik pun rasanya udah nggak perlu. Nggak minat.
Mungkin ini jawaban dari pertanyaan orang diatas, yg kondisinya kurang lbh sama lah. Nggak usah maksa kalo emg gabisa. Gausah berubah, kalo emg itu 'kamu'. Krn orang-orang terdekat km (re: ortu, keluarga, sahabat, pacar, temen kentel) pasti udah ngerti siapa kmu dan gimana kamu.
Komentar
Posting Komentar